Rabu, 24 April 2019

Mengapa Menolak Tambang di Kampar Kiri Hulu?


Sebagian mahasiswa Riau sedang masif menggodok isu pertambangan batu bara yang bakal berdiri di Kabupaten Kampar, sebagian lainnya pun masif mengusahakan mematangkan diri menjadi Individual Corporate Warrior.

Segala tindakan seyogyanya bakal dimulai dari pertanyaan "mengapa"

Banyak alasan mengemuka yang saya lihat ketika lingkaran publik pertama kali dibuka. Entah itu karena tanggung jawab intelektual, memperjuangkan 'sesuatu', atau panggilan moral.

Dari alasan individual semacam itu. Dapat diurai benang kusut yang lebih menyentuh banyak pihak.

Pertanggungjawaban.

Bukan skeptis dan euforia pergerakan di atas alasan ini, tak cuma mahasiswa kaum intelektual, ibu saya dan ibu kamu juga sepakat bahwa telah jamak sikap tidak bertanggungjawab yang telah dilakukan perusahaan dan pemerintah kita. Kita bisa cek data, berapa lubang galian tambang yang tidak direklamasi, berapa manusia meregang nyawa karenanya? Dan statement lepas tangan dari pihak yang seharusnya membenahi apa yang telah dirusak.

Dirusak? Tentu saja! Kanagarian Pangkalan Kapas dan Rantau Kampar Kiri merupakan hulu Daerah Aliran Sungai Subayang,  dan DAS Bio yang melintasi beberapa desa yang mana sungai adalah bagian dari keseharian masyarakat tempatan.

Bagi teman-teman yang pernah menjenguk wilayah Kampar Kiri pasti sepakat dengan keindahan alam dan jernih airnya. Tidak jarang kegiatan luar ruangan mahasiswa seperti outbond dan berkemah dilaksanakan. Saat berendam di air dengan ketinggian se-dada orang dewasa, kita bisa dengan jelas melihat kaki kita berpijak pada bebatuan sungai.

Penambangan dengan melubangi bumi menyebabkan erosi, pendangkalan sungai dan perusakan kualitas air dengan senyawa yang terdapat pada batu bara. Dan maaf saja, tidak akan lagi kita temui air jernih saat berkemah di pinggiran sungai.

Dari aspek sosial-budaya sekitarnya kita semua telah khatam memahami ini rasanya. Ada efek domino menyentuh kita semua apabila tambang milik PT Buana Tambang Jaya ini merangsek masuk ke ruang hidup seluas 3000 H.

Perizinan diberikan pemerintah guna melanggengkan beberapa PLTU di Riau beroperasi. Guna pemenuhan kebutuhan listrik kita-kita juga katanya. (industri adalah bagian dari kita juga)
Industri tidak mandiri yang memiliki kantung tebal memerlukan listrik untuk operasional mereka, untuk pasar. Yaaa~ untuk kita-kita juga.
Segala partikel difitnah. Dengan bahasa "Demi kepentingan bersama"

Bicara PLTU lebih ngeri lagi, mudharat yang dilahirkan bakal menjamah kita semua, saya sedang tidak memfitnah kamu. Hanya saja, selagi tubuh masih menghidu udara di Pekanbaru dan wilayah-wilayah sekitar, partikel debu keluaran pembakaran batu bara yang dihasilkan PLTU meringsek masuk ke paru-paru, menyebabkan kanker paru-paru.

Lantas, jika tujuannya pemenuhan energi. Mengapa tidak menggunakan cara yang lebih ramah lingkungan dan ramah manusia?
Pembangkit listrik tenaga angin? Tenaga matahari?

Sebab uang pelumas industri ini bukan seperak dua perak!

Dan bukan hanya pada Kabupaten Kampar saja, Pertambangan serupa bakal menjamah Kabupaten lain di Provinsi Riau, belum lagi isu geothermal yang menurut kabar saat diskusi dengan Jatam (Jaringan Advokasi Tambang) regional Sumatera Barat juga bakal permisi masuk ke bumi lancang kuning.

Perihal pertanggungjawaban yang sudah barang tentu menjadi amunisi pihak berkepentingan, mari kita menjenguk luka yang pernah terjadi. Berapa kali dipecundangi bahasa "Akan" "Bakal" dan "Kami pasti" bertanggungjawab dan mengganti kerugian?

Saya amat menghindari perilaku menuturi.
Bisa jadi, kamu telah lebih dahulu khatam perihal narasi pertambangan dan perusakan lingkungan. Sebagai manusia saya tak henti-henti mengingatkan.

Isu ini tidak sedekat pertanggungjawaban dan ganti rugi.
Sebab mencegah lebih baik daripada mengobati.

Tabik.

Minggu, 24 Maret 2019

Ayo Putus!

Putus saja

Kepada nona. Mari kita putus saja. Biaya mencintaimu begitu mahal, sementara ongkosku tak cukup.

Aku hanya buruh korporat, gajiku hanya cukup membiayai pesta adat.
Ke mana akan dijemput uang untuk lamaran,perhiasan dan isi kamar?
Belum lagi mengongkosi gengsi di hadapan tetangga.

Tetamu harus dijamu, memanggil penghulu juga tak cukup dengan senyum dan terima kasih, kudu ada angka-angka. Kau pikir sepeda motornya tak butuh bensin? Ijab kabul di KUA orangtuamu tidak setuju. Yang ramai keluarga lah, bakal panas lah, sesak lah, ini lah, itu lah.

Jadi mari kita putus saja.

Senyummu begitu mewah, molek dan elegan. Sejenis kebutuhan tersier.
Sementara aku, oleh kebutuhan primer saja aku megap-megap.

Bilang pada orangtuamu, bukannya aku tidak berusaha, bukan pula karena kurang cintaku padamu. Tidak kurang dari bahasa 'seluruhnya' perasaan yang kumiliki ini kusuguhkan hanya untukmu.

Sekali lagi biaya legitimasi cinta di negeri ini begitu mahal.

Jadi mari kita putus saja.

Pekanbaru Maret,19

Rabu, 20 Maret 2019

Menstruasi

Menstruasi, agenda rutin setiap bulan perempuan yang menyebalkan dan merepotkan. Bagaimana tidak? Selain karena kondisi area V yang selalu becek, kondisi ini juga dibarengi hadirnya rasa sakit yang karena pada bagian rahim. Serta nyeri pada paha, bokong, punggung dan persendian. Ketika datang bulan, wanita menjadi manula seketika.

Rasa sakit yang amat 'bajingan' selalu dirasakan di hari pertama  hingga hari kedua datang bulan. Rasa sakit itu pula yang menyebabkan seisi dunia tampak begitu menyebalkan.

Setiap wanita punya penanganan berbeda mengatasi rasa sakitnya. Ada yang tidur, baca buku, leyeh-leyeh dll. Dan aku lebih menyukai tidur.

Sebelum memasuki fase tidur, biasanya aku melakukan kegiatan yang sama dari bulan ke bulan. Entah kenapa ndak bisa langsung tidur gitu lho, harus mringis-mringis dulu, tekuk lutut ke dada, tengkurap, telentang. Pada setiap posisi tidak ada yang berbeda, tidak meredakan rasa sakit.

Saat-saat itulah hadir seorang teman yang akan memberi perhatian.

"Kamu kenapa?"
"Datang Bulan ya? Coba dikompres pakai air hangat?"
"Coba minum pereda nyeri"

Demi sendal di masjid yang sering hilang! Aku ndak butuh diperhatikan dalam bentuk kata-kata. Kumohon! Istirahatlah kata-kata di seluruh semesta saat aku datang bulan!!1!!@!1
Mbok ya kalau mau perhatian itu sekalian yang total. Dibikinkan air hangatnya, dibeliin pereda nyeri atau kalau mau beliin rumah juga alhamdulillah.

Perempuanku, jika kamu seorang pekerja, kamu bisa gunakan hak cuti haid sebagaimana yang telah diatur Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang menyebutkan bahwa pekerja/buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid.

PMS

PMS (Pre Menstruation Syndrom) adalah hari-hari paling--amat sangat--bikin repot. Serangkaian gejala yang terdiri dari; mood naik-turun,mual dibarengi muntah, sakit kepala, mudah tersinggung, marah, marah dan marah. ( disebabkan produksi hormon yang tidak seimbang). Pendeknya,mudah emosian. Para lelaki yang betinanya seperti ini sebaiknya kalian cosplay jadi es teh saja.

Maka untuk kalian yang memiliki teman yang sedang PMS, tanya apa inginnya, ajak ngobrol untuk memperbaiki suasana hatinya. Apabila kamu tidak bisa menangani, biarkan saja dia sendiri dinyamukin di pojokan.

TIPS

Ini untuk saudaraku di seluruh belahan dunia manapun yang merasa nyeri tak tertahankan ketika datang bulan. Berikut adalah yang bisa kamu lakukan dalam menangani dirimu sendiri ketika menstruasi. You have to help ur self girls!

Tidur

Pastikan tempat untukmu tidur sudah nyaman untukmu. Ambil posisi ternyaman, tenangkan pikiran ambil napas perlahan dan hembuskan perlahan nikmati rasa sakit yang menjalar dengan tetap tenang.

Konsumsi Jamu

Langkah antisipatif sebelum hari-H, kamu bisa rutin mengonsumsi jamu. Bisa beras kencur, kunyit asam dan yang paling bekerja; sambiloto. Hanya jika kamu tahan dengan rasa pahitnya.

Perawatan Diri

Ini khusus ketika sedang PMS. manakala kamu sedang merasa depresi dan berpikir tidak ada satu pun elemen bumi yang berpihak padamu, maka berpihaklah pada dirimu, manjakan diri sendiri dengan; mandi air hangat, maskeran, luluran, menggunting kuku. Semuanya hal yang bisa kamu lakukan tanpa perlu ke salon kecantikan dan dilakukan sendiri.

Sadari Bahwa Kamu Sedang PMS

Masalah terbesar PMS ialah moodswing, depresi dan mudah marah. Siapa pun mengerti ketika wanita PMS maka akan cenderung mudah emosi. Namun girls, dunia bukan milikmu sendiri, untuk itu sangat penting buatmu menyadari ketika sekelilingmu menjadi tidak menyenangkan bukan karena memang demikian, mungkin karena cara pandangmu? Serta kenali juga bahwa kamu sedang PMS. Sehingga sikap menyebalkan ingin semaunya sendiri bisa terhindarkan. Gadisku, kita mengerti PMSmu, tapi dunia bukan hanya dihuni kamu dan hanya berputar di sekelilingmu.

Kenali yang Kamu Inginkan

Apapun tips di atas, hanya kamu yang tau persis apa yang kamu inginkan ketika dunia mulai terasa tidak nyaman. Just do it! Tanpa harus menyulitkan orang lain. Kamu kuat! Amat kuat untuk menguatkan orang lain dan lelaki yang kamu cintai.
Diskusikan kepada pasangan agenda bulanan ini. Agar ketika waktu itu tiba ia tau menempatkan diri dan bersikap terhadapmu.

Dan kepada para lelaki, maafkan kami ketika sedang PMS atau Menstruasi. Bersabarlah, bersabarlah, bersabarlah~

Minggu, 17 Maret 2019

Kamu marah kepada saya karena sikap saya atau terbawa perasaan tidak sukamu kepada saya?

Inspired by Cak Nun, Gelandang di Kampung Sendiri (Dalam esai 'Lingsem').

Rabu, 06 Maret 2019

Tolong Bantu Aminkan

Aku ingin sebelum aku mati berkalang tanah, berteman cacing, dikoyak sepi.
Detik-detik waktuku diisi dengan mencintai ciptaan-Nya. Berbagi cinta sebanyak yang aku bisa, menebarkan bahagia dan kasih-Nya yang dititipkan padaku.

Aku merasa Tuhan amat mencintaiku. Untuk mensyukuri nikmat itu, semoga aku pun dapat membagikan sedikit dari banyak rezeki dari Tuhan ke sesama ciptaan-Nya.

Amin.

Minggu, 03 Maret 2019

Tuhan adalah dzat yang penuh cinta. Dan islam adalah bentuk dari kecintaanNya.

Aku heran dan patah hati. Melihat saudaraku hari ini, dengan dalih agama menyakiti saudara lainnya untuk kursi dan meja, untuk masa yang sementara, untuk perut yang sejengkal, untuk junjungan, untuk yang bukan siapa-siapa lisan menjadi pedang tajam, mengiris hati mengeluarkan darah, membanjiri akal, menenggelamkan kasih sayang.

Kamis, 21 Februari 2019

Prabangsa

Kulihat Prabangsa
Di berita, di kronologi sosial media, diskusi di mana saja

Prabangsa di suara-suara
Di mana-mana

Angkat tangan panjatkan doa
Prabangsa, Udin dan Kasshogi agar selalu ada bersuara

Menundukkan kepala kepada yang Esa agar peradaban melahirkan Prabangsa selanjutnya

Kiamat!
Mampus lah kita!
Mati nurani manusia!
Jika Prabangsa tak lagi ada
Semangatnya mati ditikam konglomerasi media
Deadline demi deadline
Serta kepedulian yang telah mati rasa

*KembaliWaras, 2019