Rabu, 07 Februari 2018

Merdeka?

Manusia tanpa bilik-bilik rahasia. Dibakarnya sekat dan ia merdeka.

Orang-orang berdecak dan mengatakan
"Ah, dia orang gila"

Si gila yang merdeka.
Kadang. Ia duduk di kerumunan domba dan ia bercerita.
Ia bertanya-tanya pada domba, yang setiap ditanya memalingkan muka.
Sebenarnya, kapan maut itu akan tiba?

Sudah ditunggunya.
Hingga musim kemarau usai.
Sampai hujan basahi petak kebun kubis.
Tak juga si maut itu tiba.
Mungkin beberapa kemarau lagi

Ujarnya pada domba yang tengah asik mengunyah rumput itu.

Hingga dimusim  yang menyusahkan selanjutnya. Maut tak juga sampai, bahkan berita tentangnya tak pernah ua dengar.

Ia telentang
Menentang
Tenang di kubangan.

Gambar: Muhammad Ihsan Yurin

Selasa, 06 Februari 2018

Selamat

Selamat!!!
Kepada temanku si Bunglon, A.K.A Patika Tri Muniarti. Dari kami bertiga (Nay, Aku, Patika) dia yang lebih dulu icip-icip "kursi panas" seminar proposal. Rasanya bangga. Seneng itu udah pasti. Hari ini Patika mengenakan seragam hitam-putih, dibombardir oleh pertanyaan oleh penguji dan siap melangkah ke tahap selanjutnya.
Aku kapan?
Yaa.. kalau nggak besok, ya besoknya lagi, haha.
Aku sedang berproses, walau dalam hati suka iri ngeliat teman yang hobi memajang sudah sejauh apa proses mereka.

"Ini ngapain, sih. Pamer banget."
Lalu setelahnya aku sadar. Rasa kesal tersebut hadir, karena ketidakmampuan aku berproses layaknya mereka.

Aku semangat!!
Jadi jika kalian mengira aku seharusnya dikasihani karena belum sejauh perjalanan kalian saat ini. Kalian salah!
Aku menikmati prosesku.

Minggu, 04 Februari 2018

Pergerakan

Dengan ditemani dua ekor kucing dan nyamuk yang berdengung di telinga.
Aku tulisan surat kepada Tuhan.
Dear Tuhan, terima kasih telah menciptakan aku. Yang hingga pada detik ini belum mengetahui apa fungsiku di bumi.
Tapi nanti hingga akhir hayat. Aku tak mau hanya numpang bangun-berebut oksigen-lalu mati.
Aku sedang berupaya. Supaya darah dari nadi ke jantung, dan jantung ke nadi. Menjadi berarti.
Salam
Dari manusia yang selalu bingung.
"Bergerak ke mana aku hari ini?"

Sabtu, 03 Februari 2018

Diomelin

Kemarin aku sempat mau challenge untuk nulis tanpa jeda selama dua puluh hari. Pembelaanku? Aku sibuk haha. Dan Si pemberi tantangan ngambek.

Setelah dibujuk sedemikian rupa, akhirnya dia membaik kondisi hatinya, dengan catatan Nulisnya nambah 10 hari. Jadi 30 hari dari kesepakatan awal.
Oke, aku terima. Ini adalah resikoku karena kesibukan yang sebenarnya, nggak sibuk-sibuk banget. Haha.

Maaf
Untukmu yang telah kecewa
Terima kasih telah memberi kesempatan kedua
Tak akan,
Heii sini lihat aku!
Tak akan ku bikin lagi hatimu kecewa...

Senin, 22 Januari 2018

Challenge

Beberapa minggu ke belakang salah satu teman aku yang nyeletuk.

"Put, coba deh challenge dalam semingu ke depan kamu nulis tanpa berhenti"

Well, aku pikir itu bukan ide yang buruk. Aku akan menambah harinya hingga dua puluh hari ke depan.
Dan akan dimulai besok!

Challenge menulis dua puluh hari tanpa jeda, dimulai!!

Kamis, 11 Januari 2018

Pindah (2)

Hari ini aku mengepak barangku. Aku akan pindah, bukan perkara aku tak lagi nyaman dengan kasurku yang sekarang , justru karena terlalu nyaman sehingga aku takut. Rasa nyaman malah menjadi ilusi dan menghambat pergerakan.
Aku takut nanti aku jadi malas. Refleksi dari situasi yang sudah-sudah. Terlalu nyaman hingga enggan bergerak.
Aku sedih. Banyak yang mesti ditinggalkan ada yang harus direlakan.
Saat aku sedang memasukkan baju ke dalam kardus. Baju yang sejatinya tidak lagi nyaman aku pakai tapi sesekali masih aku gunakan. Alasannya, sayang masih bisa dipakai. Kendati tak lagi nyaman. Ada yang sempit ada yang posisinya menggantung di tubuh sebab ukuran tubuh yang semakin berkembang.
Seiring dengan merekatkan lakban pada kardus berisi baju-baju tadi aku berpikir.
Hari ini aku keluar dari zona nyaman.
Serta melepas sisi-sisi tak nyaman yang melekat pada tubuh. Harusnya sejak lama ku buang.
Undur karena sayang.
Benar kata seseorang
Apa yang terjadi hari ini ialah akumulasi keputusan yang pernah diambil di hari yang telah lalu.

Minggu, 07 Januari 2018

Zona Nyaman

Aku takut nyaman
Sebab pindah
Sebab hilang
Kau ajak aku bertualang
Lekas beranjak sebelum nyaman
Kau kopi pahitku
Sadarkan lidahku
Ada banyak rasa di luar zona nyaman yang semesta tawarkan