Rabu, 06 Maret 2019

Tolong Bantu Aminkan

Aku ingin sebelum aku mati berkalang tanah, berteman cacing, dikoyak sepi.
Detik-detik waktuku diisi dengan mencintai ciptaan-Nya. Berbagi cinta sebanyak yang aku bisa, menebarkan bahagia dan kasih-Nya yang dititipkan padaku.

Aku merasa Tuhan amat mencintaiku. Untuk mensyukuri nikmat itu, semoga aku pun dapat membagikan sedikit dari banyak rezeki dari Tuhan ke sesama ciptaan-Nya.

Amin.

Minggu, 03 Maret 2019

Tuhan adalah dzat yang penuh cinta. Dan islam adalah bentuk dari kecintaanNya.

Aku heran dan patah hati. Melihat saudaraku hari ini, dengan dalih agama menyakiti saudara lainnya untuk kursi dan meja, untuk masa yang sementara, untuk perut yang sejengkal, untuk junjungan, untuk yang bukan siapa-siapa lisan menjadi pedang tajam, mengiris hati mengeluarkan darah, membanjiri akal, menenggelamkan kasih sayang.

Kamis, 21 Februari 2019

Prabangsa

Kulihat Prabangsa
Di berita, di kronologi sosial media, diskusi di mana saja

Prabangsa di suara-suara
Di mana-mana

Angkat tangan panjatkan doa
Prabangsa, Udin dan Kasshogi agar selalu ada bersuara

Menundukkan kepala kepada yang Esa agar peradaban melahirkan Prabangsa selanjutnya

Kiamat!
Mampus lah kita!
Mati nurani manusia!
Jika Prabangsa tak lagi ada
Semangatnya mati ditikam konglomerasi media
Deadline demi deadline
Serta kepedulian yang telah mati rasa

*KembaliWaras, 2019

Minggu, 20 Januari 2019

Remot TV

Aku beruntung
Dalam gamak
Dicintai
Dan opsi kau pergi di kemudian hari

Aku menorehkan dosa pada buku catatan amalku
Tanpa ralat

Saat tubuhku dan tubuhmu saling dekap
Hangat
Lengkap

Aku si perempuan dengan darah dialiri dosa-dosa

Bermunajat kepada Tuhan
Supaya kau lekas jadi pelengkap ranjangku
Dekap
Dan lelahku

Pelalawan, Februari 2018

Pernah

Lahan-lahan kesepian
Ditinggal petani ke perkotaan
Ditinggal anaknya petani
Ditinggal istri petani

Cacing gemuk menggoda gulma
Gulma resah

Dulu petak itu
Tanahnya bahagia
Diisi ketimun
Diisi cabai
Gulma
Dan cacing-cacing gemuk

2018

Sabtu, 12 Januari 2019

Tanpa Judul

Untuk 'maaf' yang  diciptakan sendiri atas kesalahan yang mulai dimaklumi
Dengan dalih pemakmuran.
Dimulailah alih opini dan maaf yang royal diberikan pada setiap situasi.
Walau mengencingi walau memberaki.
Narasi keterbelakangan digembar gemborkan kepada apa atau siapa yang menolak hendak dikangkangi.
Meski pelacur kami ogah kau tiduri. Bayaranmu hanya seperempat isi perut. Sementara keyakinan dan ruang hidup puas-puas kau gagahi.
Menolak kemajuan adalah kebodohan.
Ada yang bilang laju zaman tidak mungkin ditahan.
Sedianya ada kemungkinan bahwa penolakan hanya dilakukan oleh orang gila yang butuh perhatian.
Orang bodoh yang ingin pengakuan.
Maka biar kami jadi bodoh, jadi gila, jadi pohon atau jadi selangkangan saja.

Kamis, 10 Januari 2019

Aku Berani

Kita ini produk nekat. Coba berjudi di hadapan Tuhan entah setan.

Aku telah berani berdiri di depan segala kemungkinan-kemungkinan.

Entah besok, yang kusadari aku menyukaimu hari ini.

Januari,2019